Meditasi Pernapasan Dalam Agama Buddha

Manusia bernapas jika berada di darat, burung bernapas di udara, ikan bernapas di air. Mereka berbahagia di alamnya masing-masing. Tanpa alat manusia tidak bisa bernapas di dalam air. Demikian juga burung tidak bisa bernapas di dalam air. Ikan pun tidak bisa bernapas di darat. Ikan akan mati jika terlalu lama di daratan. Semua yang hidup perlu bernapas.

Bernapas itu bahagia
Seorang penyelam memerlukan alat untuk bernapas. Alat itu berupa tabung oksigen. Alat-alat yang digunakan harganya mahal. Begitu juga oksigen yang ada di dalamnya, harganya pun juga mahal. Biaya yang dikeluarkan seorang penyelam untuk waktu berjamjam pasti mahal. Beruntunglah kita yang bisa bernapas di daratan dengan normal. Tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun. Kita dapat menghirup dan menghembuskan napas semaunya. Bernapas di alam bebas tidah perlu membayar. Kita bisa menghirup udara sebanyak-banyaknya. Mensyukuri kebahagian dapat bernapas karena udara selalu ada di sekitar kita. Tetapi, pernahkan kita memperhatikan kalau setiap hari kita bernapas? Berapa menitkah kita pernah memperhatikan napas kita dalam sehari? Pernahkah kita memperhatikan napas kita dalam sehari?

Meditasi Pernapasan

Menjaga kesehatan pernapasan kita
Bernapas sangat rumit bukan? Tidak tampak sederhana seperti saat kita menarik napas dan menghembuskannya. Dibutuhkan peran banyak anggota tubuh, terutama paru-paru. Pertama adalah rongga hidung sebagai pintu utama masuknya udara. Dalam rongga hidung, terdapat bulu-bulu kecil yang berfungsi menyaring udara yang masuk. Untuk menjaga kesehatannya, bersihkan rongga hidung secara berkala dari kotorankotoran yang tersangkut dan mengendap di sana. Begitu juga tenggorokan menjadi jalan utama udara menuju saluran pernapasan bawah yang terhubung dengan paru-paru. Menjaga kesehatan pernapasan tersebut antara lain dengan mengatur pola makan sehat dengan menghindari bahan makanan yang mengandung bahan pengawet, penyedap rasa, zat pewarna atau bahan berbahaya lainnya. Selain itu, dengan berolahraga teratur, tidak merokok, menghindari minuman keras dan obat-obatan terlarang, sebisa mungkin menghindari polusi udara, dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. 

Meditasi Pernapasan
Prajna adalah anak yang rajin, setiap hari Minggu ia pergi ke vihara. Jarak vihara dari rumahnya tidak dekat, tetapi juga tidak jauh, namun Prajna tetap rajin ke vihara. Prajna pergi ke vihara dengan berjalan kaki. Prajna ingin sekali mempraktikkan apa yang telah Buddha ajarkan. Salah satunya adalah meditasi. Di vihara, selain membacakan Paritta ataupun Sutra dan Mantra, meditasi selalu ia jalankan. Prajna melaksanakan meditasi dengan objek pernapasan. Prajna terinspirasi dari Pangeran Siddharta sewaktu meditasi pernapasan di saat perayaan membajak sawah.

Bagaimana melaksanakan meditasi dengan objek pernapasan? Buddha telah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana cara meditasi yang baik dan benar. Bukan hanya itu, tetapi juga bagaimana meditasi sederhana yang dapat dilakukan oleh siswa-siswanya, maupun masyarakat pengikutnya. Sewaktu Buddha masih kecil, beliau telah melakukan meditasi. Meditasinya dilakukan dengan cara sederhana tetapi hasilnya beliau dapat mencapai tingkat ketenangan batin yang pertama (Jhana). Lebih jelasnya mari kita ikuti materi berikut ini.

A. Meditasi dengan objek pernapasan

Objek meditasi sangatlah banyak. Bentuk-bentuk objek meditasi ini akan kita bahas dalam pelajaran berikutnya, sehingga kita lebih mendalam memahami bagaimana meditasi ini.

Sebagai umat Buddha, terkadang sangatlah memedomani bahwa meditasi harus dilakukan dengan cara duduk bersila. Hal ini sangat baik dilakukan, tetapi bagi yang tidak dapat melakukan bukan berarti tidak akan pernah dapat melakukan meditasi. Meditasi dapat dilakukan dengan cara-cara lain, seperti duduk di kursi dengan posisi badan tegap. Yang terpenting Ketika kita melakukan meditasi adalah bagaimana perhatian kita.

Meditasi Pernapasan

Perhatian di sini dimulai dari bagaimana pikiran kita, apakah pikiran kita terpusat atau tidak pada meditasi yang akan kita lakukan. Untuk itu, bawalah pikiran kita pada bentuk perhatian. Bentuk perhatian dalam meditasi pernapasan tentunya adalah napas.

Cara duduk tegak yang dianjurkan bukan berarti kita duduk dengan kaku dan tegang. Duduk kaku dan tegang tentunya akan berakibat cepat lelah sehingga meditasi tidak dapat dijalankan dengan baik. Meditasi bukan terbatas pada tata cara, seperti orang membaca, tetapi meditasi dapat dijalankan dan menjadi kebiasaan yang baik. Meditasi akan membuat kita mudah berkonsentrasi atas apa yang kita lakukan, sehingga mudah mengingatnya. Meditasi juga menjaga kita untuk tidak berbuat atau menyakiti makhluk lain.

B. Manfaat Meditasi Pernapasan

Meditasi sangat bermanfaat bagi diri kita dan sebagai umat Buddha harus paham akan hal ini. Banyak masyarakat sekarang telah berlatih meditasi, karena mereka telah mengetahui manfaat dari meditasi. Dengan meditasi pikiran kita menjadi terarah, sehingga kita tidak akan mudah marah, karena kita mampu mengontrol pikiran. Selain itu, dalam melaksanakan segala bentuk pekerjaan akan lebih efisien. Bagi seorang siswa, dengan meditasi maka belajarnya juga akan lebih berhasil, karena konsentrasinya lebih baik dan terfokus.

Secara fisik pun meditasi sangat bermanfaat. Dengan keluar masuknya napas yang kita lakukan, sehingga napas kita menjadi sangat terkontrol. Bagi orang yang menjalankan meditasi dengan teratur, akan mudah beristirahat sehingga pikiran menjadi segar kembali. Selain itu, perasaan pun menjadi tenang, dan tidak mudah gugup. Sebagai siswa, meditasi sangat membantu. Bagi siswa yang mempraktikkannya, konsentrasi, disiplin, dan tanggung jawab akan tumbuh pada dirinya. Meditasi juga akan membuang rasa malas, sehingga belajar akan lebih efisien, dan hasil belajar akan optimal.

Meditasi juga mampu mengantarkan seseorang hingga ke pencapaian tingkat kesucian, ataupun ketenangan. Di masa masih kanak-kanak, sewaktu perayaan membajak sawah, Pangeran Siddharta melakukan meditasi dan beliau mencapai ketenangan tingkat pertama (Jhana).

C. Syarat agar dapat bermeditasi

Bagaimana agar kita dapat melaksanakan meditasi pernapasan ini dengan baik? Kita harus memiliki tekad yang kuat. Dalam melaksanakan meditasi ini terkadang akan membosankan, atau justru mengantuk. Akan tetapi, semua itu akan kalah jika kita memiliki keinginan yang kuat untuk melaksanakannya.

Selain keinginan yang kuat, maka harus pula dilandasi kemauan. Dengan kemauan yang ada dalam diri kita, maka akan menjadi kebutuhan kita untuk bermeditasi. Selain itu, kita sebagai umat Buddha tentunya memiliki maksud dan tujuan agar semua makhuk berbahagia. Meditasi menyebabkan kita dapat berkonsentrasi dengan baik. Bila konsentrasi kita baik maka akan membantu keinginan kita agar semua makhluk turut berbahagia.

Selain adanya kondisi lingkungan yang baik dan mendukung, kita pun harus menjaga kesehatan fisik kita. Kondisi fisik yang baik akan membuat meditasi mudah kita laksanakan. Selain itu, dibutuhkan pula kondisi lingkungan yang baik dan mendukung. Artinya agar meditasi dapat dilangsungkan dengan baik, maka harus pula dipertimbangkan lingkungan yang mendukung. Lingkungan dimaksud adalah waktu bermeditasi yang tepat atau tempat, misalnya tempat yang tidak gaduh atau bising. Selain itu, ada juga faktor lain yang menjadi penunjang adalah orang terdekat, misalnya teman kita, adakah yang usil atau sebagai penggangu.


Sumber : https://www.salamedukasi.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Hormat Dan Salam Dalam Agama Buddha